DITMAWALUMNI USU – Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim SDErrr yang terdiri atas tiga mahasiswa Fakultas Hukum USU berhasil meraih Juara 2 dan penghargaan Most Outstanding dalam Lomba Peran APBN dan APBD Bangun Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan dukungan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII), dan UNICEF.
Tim SDErrr dipimpin oleh Salsabila Usmalufthi Diniya (NIM 230200037), bersama Daniel Tonar Simarmata (NIM 240200494) dan Excel Rismansyah Sembiring (NIM 240200545). Ketiganya merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum USU, dengan bimbingan dosen pendamping Yusrin, S.H., M.H.
Prestasi tersebut diraih setelah melewati rangkaian kompetisi sejak 1 Juli hingga 22 Oktober 2026. Dari total 1.352 tim atau 4.056 peserta pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia, Tim SDErrr berhasil melaju hingga babak final kategori mahasiswa dan bersaing dengan lima tim lainnya dari Universitas Airlangga, Politeknik Keuangan Negara STAN, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, serta UPN “Veteran” Yogyakarta.
Tim SDErrr menjadi satu-satunya finalis dari luar Pulau Jawa pada kategori mahasiswa. Dalam klasemen akhir, Universitas Airlangga meraih Juara 1, Universitas Sumatera Utara meraih Juara 2, dan PKN STAN menempati Juara 3. Atas pencapaian tersebut, Tim SDErrr memperoleh skor akhir 543,58, serta menerima uang pembinaan sebesar Rp15.000.000, piala, dan sertifikat penghargaan.
Mengangkat Isu Pemulihan Ruang Literasi Sekolah Dasar di Langkat
Keberhasilan Tim SDErrr tidak terlepas dari persiapan dan penelitian yang dilakukan sejak tahap awal kompetisi. Pada babak penyisihan yang dilaksanakan pada 20 Agustus 2026 melalui Kemenkeu Learning Center (KLC), tim mempelajari berbagai materi sesuai silabus panitia, meliputi Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD), transfer ke daerah yang mencakup DBH, DAU, dan DAK, pajak dan retribusi daerah, serta siklus APBD.
Memasuki babak semifinal, tim menyusun policy brief bertema tata kelola pemerintahan dengan judul “Optimalisasi DAK Fisik untuk Memulihkan Ruang Literasi Sekolah Dasar Kabupaten Langkat”. Karya tersebut mengangkat isu pemulihan ruang literasi sekolah dasar melalui optimalisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.
Dalam penyusunannya, tim mengolah data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK yang diperoleh melalui permintaan resmi kepada BPK Perwakilan Sumatera Utara. Tim juga melakukan observasi lapangan ke empat sekolah dasar di Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi yang diangkat dalam kajian.
Hasilnya, policy brief Tim SDErrr memperoleh nilai 92,90 dan menempati peringkat ketiga dari 79 tim yang mengikuti tahap semifinal. Pencapaian tersebut mengantarkan tim ke tahap mini interview pada 2 Oktober 2026, ketika ketua tim mewakili anggota untuk mengikuti pendalaman karya oleh dewan juri.
Pada babak final yang berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 di Jakarta, tim menghadapi dua tahapan utama, yakni presentasi policy brief dan debat. Presentasi dibawakan secara berurutan oleh Daniel, Salsabila, dan Excel. Sementara itu, pada sesi debat, Salsabila bertugas sebagai Pembicara 1, Daniel sebagai Pembicara 2, dan Excel sebagai Pembicara 3.
Persiapan menuju babak final dilakukan melalui penyusunan narasi presentasi, bank pertanyaan dan jawaban, latihan debat berdasarkan prediksi mosi, serta analisis terhadap policy brief tim lawan. Selama proses tersebut, tim mendapatkan bimbingan dari dosen pendamping.
Babak final dan penyerahan penghargaan berlangsung di Aula Nagara Dana Rakca, Gedung Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan RI, Jakarta, pada 22 Oktober 2026.
Bagi Tim SDErrr, kompetisi ini menjadi pengalaman berharga, terutama karena mereka berasal dari latar belakang ilmu hukum dan harus bersaing dengan perguruan tinggi yang memiliki kekuatan di bidang ekonomi dan keuangan negara.
Tim mengungkapkan bahwa pada awalnya mereka mengikuti kompetisi tersebut sekadar mencoba dan mengira seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara daring. Namun, keberhasilan melaju ke babak final membawa mereka ke Jakarta, dengan akomodasi yang ditanggung oleh Kementerian Keuangan RI. Kesempatan tersebut juga memungkinkan mereka bertemu dengan pimpinan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Pengalaman tersebut memperkuat pemahaman mereka bahwa pengelolaan anggaran negara tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga erat kaitannya dengan hukum dan pemenuhan hak masyarakat.
“Anggaran negara pada dasarnya adalah produk hukum. Hak atas pendidikan baru nyata kalau anggarannya dikelola dengan baik,” ungkap Tim SDErrr.

Tim juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa USU agar tidak takut mencoba peluang baru, sekalipun kompetisi yang diikuti berada di luar bidang keilmuan utama. Menurut mereka, perbedaan latar belakang akademik justru dapat menghadirkan sudut pandang baru dalam menganalisis persoalan publik.
Mereka turut mendorong mahasiswa untuk mulai peduli terhadap pembangunan daerah melalui pemanfaatan data publik, seperti APBD, transfer ke daerah, dan LHP BPK, dengan tetap menjaga integritas data serta keberanian untuk menyampaikan gagasan.
Melalui prestasi ini, Tim SDErrr menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Hukum USU mampu berkontribusi dalam pembahasan kebijakan publik dan pengelolaan keuangan negara di tingkat nasional. Capaian tersebut diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa USU lainnya untuk terus mengembangkan potensi, memperluas wawasan lintas disiplin ilmu, dan mengharumkan nama Universitas Sumatera Utara serta Sumatera Utara di tingkat nasional.