DITMAWALUMNI USU - Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim mahasiswa yang berasal dari UKM Robotik Sikonek USU dan IC Design Study Club (ICDESC) USU berhasil meraih Juara Harapan 1 (peringkat ke-4) dalam ajang Hackathon Deeptech 2026 yang diselenggarakan pada 21–23 Oktober 2026 di ITB Innovation Park, Summarecon, Bandung, Jawa Barat.

Tim USU terdiri atas Muhammad Fariz Ardiansyah sebagai ketua tim, bersama tiga anggota, yaitu Steven Gerald, Reinhard Ahmad Gunawan Butar Butar, dan Hardy Johnaphan. Keempat mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Elektro, Universitas Sumatera Utara.

Kompetisi ini diikuti oleh 59 tim dari 24 perguruan tinggi dan industri di seluruh Indonesia. Tim USU berhasil melaju ke babak final sebagai salah satu dari 15 tim finalis, sebelum akhirnya meraih peringkat keempat dengan bersaing bersama tim dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dalam kompetisi tersebut, tim mengembangkan solusi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diimplementasikan pada rancangan perangkat keras digital, khususnya dalam bidang desain chip. Proyek ini menjadi tantangan tersendiri karena tim harus menyempurnakan akurasi model AI sekaligus memastikan model tersebut dapat diimplementasikan secara efisien ke dalam rancangan Register Transfer Level (RTL).

Persiapan tim dilakukan secara bertahap sejak dinyatakan lolos sebagai finalis. Proses pengembangan dimulai dengan pengolahan dataset citra termal dan RGB dari drone, dilanjutkan dengan pelatihan model Convolutional Neural Network (CNN) dan konversi model ke format INT8 untuk meningkatkan efisiensi implementasi pada perangkat keras.

Selanjutnya, tim merancang akselerator berbasis systolic array berukuran 8×8 menggunakan bahasa pemrograman perangkat keras Verilog. Rancangan tersebut diverifikasi melalui simulasi untuk memastikan hasilnya sesuai dengan model perangkat lunak, kemudian diimplementasikan pada FPGA AMD Kria KR260/KV260. Sebelum mengikuti kompetisi, tim juga melakukan pengujian langsung pada perangkat keras, termasuk pengukuran kecepatan pemrosesan dan konsumsi daya.

Selain mempersiapkan aspek teknis, tim turut menyusun model bisnis, materi presentasi, skenario demonstrasi, serta berlatih menghadapi sesi presentasi dan tanya jawab bersama tim dan dosen pembimbing.

Tim mengungkapkan bahwa Hackathon Deeptech 2026 memberikan pengalaman yang berkesan karena mempertemukan mereka dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan kalangan industri. Kompetisi yang ketat menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan teknis sekaligus memperdalam pemahaman mengenai keseluruhan proses desain chip digital.

“Raihan Juara Harapan 1 ini menjadi langkah awal yang berarti bagi kami di bidang desain chip. Kami juga semakin memahami alur desain chip digital secara utuh, mulai dari pengembangan model AI hingga implementasinya pada perangkat keras,” ungkap tim.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari bimbingan dan dukungan Prof. Dr. Ir. Fahmi, S.T., M.Sc., IPU, Emerson Pascawira Sinulingga, S.T., M.Sc., Ph.D., serta Dr. Ir. Soeharwinto, S.T., M.T. yang telah memberikan arahan, masukan, dan dukungan perangkat keras selama proses riset berlangsung.

Ke depan, tim berencana menyempurnakan akurasi model, mengembangkan proyek menuju implementasi System-on-Chip (SoC), serta memublikasikan hasil penelitian dalam jurnal terindeks.

Melalui pencapaian ini, tim berharap dapat mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba bidang baru, memulai persiapan sejak dini, dan membangun tim dengan kemampuan yang saling melengkapi. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa USU untuk terus mengembangkan inovasi teknologi dan berkontribusi dalam kemajuan riset di Indonesia.