DITMAWALUMNI USU – Siti Maryani Saragi, mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi presentasi NUNI Student Camp 2026 melalui inovasi CocoShield. Kegiatan ini berlangsung pada 10–13 Oktober 2026 di Universitas Surabaya (UBAYA), Surabaya, Jawa Timur.

Siti Maryani Saragi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua BEM USU periode 2026–2027 mengikuti kegiatan tersebut sebagai perwakilan USU dan tergabung dalam Kelompok 1 bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Nationwide University Network in Indonesia (NUNI).

Dalam kompetisi tersebut, timnya mengusung gagasan berjudul “CocoShield: Perlindungan Tanggul Berbasis Sabut Kelapa dan Partisipasi Masyarakat untuk Mitigasi Risiko Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.” Inovasi ini berangkat dari kepedulian terhadap persoalan banjir di Aceh Tamiang dengan menawarkan pemanfaatan limbah sabut kelapa sebagai material alternatif untuk membantu memperkuat bagian tanggul yang rentan mengalami pengikisan akibat aliran air.

CocoShield dikembangkan melalui konsep Bio-Geogrid, yaitu material berbentuk jaring yang dirancang dari serat sabut kelapa. Proses pengembangannya mencakup pengeringan sabut kelapa, pemisahan dan pengolahan serat, pemintalan, hingga penganyaman menjadi prototipe. Selain aspek material, gagasan ini menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan dan perawatan tanggul serta perhitungan potensi manfaat sosial melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI).

Ide awal CocoShield diusulkan oleh Siti Maryani berdasarkan kepeduliannya terhadap persoalan banjir di Aceh Tamiang. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan bersama anggota kelompok melalui proses diskusi, penyempurnaan konsep, dan penyusunan materi presentasi hingga berhasil meraih posisi tertinggi dalam kompetisi.

Keikutsertaan dalam NUNI Student Camp 2026 juga menjadi pengalaman berharga bagi Siti Maryani karena mempertemukannya dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Perbedaan latar belakang dan perspektif mendorong tim untuk bertukar ide, membangun kolaborasi, serta merumuskan gagasan inovatif yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat.

Siti Maryani berharap CocoShield tidak berhenti sebagai gagasan kompetisi, tetapi dapat memperoleh perhatian dari pemerintah dan berbagai pihak untuk dikaji, diuji, dan dikembangkan lebih lanjut sebagai salah satu alternatif mitigasi bencana di Aceh Tamiang.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi suatu daerah dapat menjadi titik awal lahirnya inovasi yang bermanfaat apabila dikembangkan melalui kolaborasi, keterbukaan terhadap perspektif berbeda, dan kemauan untuk terus menyempurnakan solusi.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Universitas Sumatera Utara sekaligus menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan gagasan inovatif yang mengintegrasikan pemanfaatan potensi lokal, keberlanjutan lingkungan, dan partisipasi masyarakat untuk menjawab tantangan kebencanaan.