DITMAWALUMALUMNI USU – Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran USU berhasil meraih 2nd Runner Up kategori Oral Quiz dalam ajang International Parasitology Quiz Olympiad Competition (IPQOC) 2026 yang diselenggarakan pada 17 Oktober 2026 di Dewan Jemerlang, Faculty of Medicine, Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.
Tim USU terdiri atas Vincentius Haholongan Tito Sihaloho (Program Studi Pendidikan Dokter, NIM 240100115), Yusuf Rahman Priatna (Program Studi Pendidikan Dokter, NIM 230100085), dan Enrico Franditho Sihombing (Program Studi Profesi Dokter, NIM 250131119). Ketiganya mengikuti kompetisi secara personal dengan membawa nama Universitas Sumatera Utara.
IPQOC 2026 mempertemukan mahasiswa kedokteran dari berbagai perguruan tinggi di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kompetisi ini diikuti oleh tim dari sejumlah universitas, di antaranya Khon Kaen University, Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Sains Malaysia, MAHSA University, Manipal University College Malaysia, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, dan Universitas Sumatera Utara.
Kompetisi tersebut berfokus pada bidang parasitologi, khususnya pengetahuan mengenai penyakit tropis yang banyak ditemukan di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Melalui format oral quiz, para peserta ditantang untuk menunjukkan penguasaan materi, ketepatan menjawab, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Keberhasilan tim USU meraih posisi 2nd Runner Up merupakan hasil dari persiapan yang konsisten dan dukungan akademik dari dosen-dosen Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran USU. Selama masa persiapan, para peserta mendapatkan bimbingan materi parasitologi secara menyeluruh, mulai dari morfologi parasit, siklus hidup, patogenesis, gejala klinis, diagnosis, hingga tata laksana dan pencegahan penyakit parasit.
Selain mengikuti bimbingan dosen, ketiga mahasiswa juga melakukan pembelajaran mandiri dan diskusi kelompok. Mereka mempelajari kembali materi yang telah diberikan melalui buku teks dan sumber pembelajaran lainnya, berlatih menjawab berbagai contoh soal, serta saling menguji pemahaman untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan menjawab. Latihan tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun kekompakan tim sebelum menghadapi kompetisi.
Bagi ketiga mahasiswa, IPQOC 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga kesempatan untuk memperluas wawasan dan bertukar pengetahuan dengan mahasiswa kedokteran dari berbagai universitas di negara lain. Mereka menilai kompetisi ini memberikan manfaat bagi mahasiswa kedokteran maupun masyarakat umum karena turut mendorong peningkatan pemahaman mengenai penyakit tropis yang relevan dengan kondisi kesehatan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
Mereka juga mengungkapkan kebanggaan karena dapat membawa nama Universitas Sumatera Utara dan meraih prestasi di tengah persaingan dengan tim-tim dari berbagai perguruan tinggi ternama. Pengalaman berkompetisi di tingkat internasional tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mengembangkan kemampuan akademik, membangun relasi, dan memperoleh perspektif baru dalam bidang kedokteran.
Melalui pencapaian ini, mereka berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu mengikuti kompetisi, meskipun harus berhadapan dengan peserta dari universitas besar maupun luar negeri. Persiapan yang sungguh-sungguh, bimbingan dosen, dan kerja sama tim menjadi faktor penting dalam menghadapi perlombaan. Mereka juga menekankan bahwa setiap kompetisi merupakan kesempatan untuk belajar dan berkembang, sehingga perjuangan perlu dituntaskan hingga akhir, apa pun hasil yang diperoleh.
Prestasi tim Fakultas Kedokteran USU dalam IPQOC 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Universitas Sumatera Utara untuk terus mengembangkan potensi akademik, memperluas pengalaman internasional, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat.