Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Sumatera Utara dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Wilayah Sumatera Utara Tahun 2026. Dua mahasiswa terbaik USU berhasil meraih prestasi gemilang pada kategori Program Sarjana dan Program Diploma/Vokasi.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, Atiqa Zhakira Syahrul, berhasil meraih Juara 3 Program Sarjana. Sementara itu, mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara, Patrick Nicxon Hutabarat, sukses meraih Juara Harapan I Program Diploma/Vokasi.

Ajang Pilmapres tingkat wilayah tahun ini diikuti oleh 59 perguruan tinggi dari seluruh Sumatera Utara, terdiri atas 43 perguruan tinggi pada kategori Program Sarjana dan 26 perguruan tinggi pada kategori Program Diploma/Vokasi. Sebanyak 69 mahasiswa terbaik turut berkompetisi untuk menunjukkan gagasan inovatif, capaian unggulan, kemampuan public speaking, hingga kontribusi nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan yang diraih Atiqa dan Patrick menjadi bukti konsistensi USU dalam mencetak mahasiswa berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional. Tidak hanya menghadirkan capaian akademik, keduanya juga menunjukkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta semangat untuk terus berkembang di tengah persaingan yang kompetitif.

Atiqa mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya setelah berhasil meraih Juara 3 Program Sarjana. Menurutnya, perjalanan menuju Pilmapres tingkat wilayah menjadi pengalaman berharga yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran.

“Jujur campur aduk antara deg-degan, excited, dan bersyukur karena bisa sampai di tahap wilayah. Rasanya seperti semua proses panjang akhirnya terbayarkan. Bertemu banyak mahasiswa hebat dari berbagai kampus juga jadi pengalaman yang membuka wawasan, karena setiap peserta punya cerita perjuangan dan prestasinya masing-masing,” ujar Atiqa.

Ia juga menilai bahwa atmosfer Pilmapres memberikan banyak pengalaman baru yang membentuk pola pikir dan cara pandangnya ke depan.

“Kesan yang paling terasa adalah suasananya kompetitif namun tetap suportif. Banyak hal baru yang dipelajari, mulai dari cara berpikir, public speaking, sampai bagaimana membawa impact lewat karya dan gagasan yang diberikan,” tambahnya.

Atiqa berharap capaian yang diraih tidak menjadi akhir perjalanan, melainkan langkah awal untuk terus berkarya dan memberikan inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

“Harapannya tentu bisa memberikan hasil terbaik dan membawa nama kampus dengan bangga. Selain itu, semoga pengalaman ini bukan jadi akhir, tapi awal untuk terus berkembang, berkarya, dan memberi dampak yang lebih luas,” ungkapnya.

Sementara itu, Patrick Nicxon Hutabarat mengaku tidak menyangka dapat melangkah hingga tingkat wilayah dan meraih Juara Harapan I Program Diploma/Vokasi. Ia menyebut perjalanan Pilmapres sebagai pengalaman yang penuh makna dan proses pertumbuhan diri.

“Rasanya sangat campur aduk antara senang, bangga, haru, dan tidak menyangka. Jujur, perjalanan Pilmapres ini awalnya hanya sebatas mimpi dan saya tidak pernah membayangkan bisa melangkah sejauh ini, mulai dari mewakili universitas hingga akhirnya dapat mengikuti seleksi tingkat wilayah,” kata Patrick.

Menurutnya, tantangan selama persiapan menjadi pengalaman berharga yang membentuk mental dan kepercayaan dirinya.

“Pilmapres bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana saya belajar mengenal diri sendiri, menghadapi tekanan, dan bertemu dengan banyak orang hebat yang sama-sama memiliki semangat untuk berkembang,” tuturnya.

Patrick berharap pengalaman yang diperolehnya selama mengikuti Pilmapres dapat menjadi motivasi untuk terus bertumbuh dan mencoba berbagai peluang baru di masa mendatang.

“Harapan saya ke depannya adalah semoga pengalaman ini tidak berhenti hanya sebagai sebuah pencapaian, tetapi juga menjadi langkah awal untuk terus berkembang, memberikan dampak yang lebih luas, dan terus berani mencoba berbagai kesempatan baru di masa depan,” tutup Patrick.