DITMAWALUMNI USU – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam Tim ArtuGuard berhasil meraih Juara 3 pada kategori Business Plan dalam ajang UTU Awards International ke-12 yang diselenggarakan pada 21–23 September 2026 di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Prestasi ini diraih setelah bersaing dengan 230 proposal dari peserta dalam dan luar negeri.

Tim ArtuGuard terdiri atas Muhammad Rafli Arrayyan (NIM 230402105) dari Program Studi Teknik Elektro, serta Shintia Florensia Silaban (NIM 230405093) dan Hikmatul Ushwa Dalimunthe (NIM 230405046) dari Program Studi Teknik Kimia. Ketiganya mewakili USU secara independen dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Universitas Teuku Umar di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Belmawa.

Dalam kompetisi tersebut, Tim ArtuGuard mengangkat gagasan bisnis berbasis pemanfaatan limbah pelepah aren dari Gayo Lues dengan dukungan bahan berupa daun cengkeh. Gagasan ini dikembangkan untuk memberikan nilai tambah pada potensi lokal melalui inovasi yang memperhatikan aspek lingkungan dan manfaat bagi masyarakat, termasuk petani lokal.

Persiapan kompetisi dilakukan selama kurang lebih empat bulan. Tahapan tersebut dimulai dari riset topik dan bahan baku, penentuan judul, hingga penelitian lebih lanjut terhadap limbah aren dan daun cengkeh sebagai bahan pendukung. Tim kemudian menyusun dan merevisi proposal, membuat poster serta prototipe ArtuGuard, menyiapkan presentasi business plan, dan berlatih menyampaikan gagasan serta menjawab pertanyaan juri.

Selama mengikuti kompetisi, para anggota tim memperoleh banyak pengalaman berharga, terutama dalam mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan mempertahankan ide bisnis di hadapan juri. Penilaian yang mendalam tidak hanya menuntut keunggulan produk, tetapi juga mempertimbangkan dampak inovasi terhadap lingkungan dan masyarakat.

Tim ArtuGuard mengungkapkan rasa bangga karena berhasil membawa nama USU dan meraih Juara 3 di tengah ketatnya persaingan. Capaian tersebut membuktikan bahwa potensi lokal, termasuk limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal, dapat dikembangkan menjadi gagasan bisnis yang bernilai melalui riset dan persiapan yang matang.

Mereka turut menyampaikan terima kasih kepada Universitas Sumatera Utara, Fakultas Teknik USU, dosen pembimbing, serta teman-teman yang telah memberikan doa dan dukungan selama proses persiapan hingga kompetisi berakhir.

Ke depan, Tim ArtuGuard berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk berani mengikuti kompetisi, mengembangkan ide inovatif, dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar. Mereka juga berharap semakin banyak mahasiswa USU yang mampu menghasilkan karya berdampak dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Prestasi Tim ArtuGuard menjadi wujud kreativitas dan semangat kewirausahaan mahasiswa Fakultas Teknik USU dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.