DITMAWALUMNI USU - Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Kealumnian (Ditmawalumni) menyelenggarakan Entrepreneurship and Business Skill Development Course dengan tema Entrepreneurship Soft Skill, Creative Economy, Digital-Based Business, and Business Networking, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan alumni Universitas Sumatera Utara. Kegiatan menghadirkan empat narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi, yaitu Reny Wulansari, SKM., M.Kes., Owner Donita Food; Amrullah Angga Syahputra, Owner Juragan Dimsum Indonesia; Dany Perdana Sitompul, dosen kewirausahaan USU; serta Farouq Moehammad, Owner Baraka Coffee. Kegiatan dipandu oleh moderator Arif Qaedi Hutagalung, S.Si.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya USU dalam meningkatkan keterampilan dan wawasan kewirausahaan mahasiswa serta alumni melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung dari para pelaku usaha. Materi yang diberikan mencakup penguatan entrepreneurship soft skill, pengembangan ekonomi kreatif, pemanfaatan bisnis berbasis digital, serta pentingnya membangun business networking.

Dalam sambutannya, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kealumnian USU menyampaikan pentingnya membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa dan alumni diharapkan tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pertama yang menghadirkan Reny Wulansari dengan materi Entrepreneurship Soft Skill. Reny membagikan pengalaman dalam merintis dan mengembangkan Donita Food dari skala kecil. Ia menekankan bahwa membangun usaha tidak selalu harus diawali dengan modal besar, melainkan dapat dimulai dari sumber daya yang tersedia dan dikembangkan secara bertahap.

Menurut Reny, mental dan karakter merupakan bagian penting dalam keberhasilan seorang entrepreneur. Seorang wirausahawan harus memiliki kemampuan untuk menghadapi kegagalan, melakukan evaluasi, memperbaiki kekurangan, serta terus berusaha secara konsisten.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam menjalankan usaha, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, membalas pesan, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta menjaga kepercayaan pelanggan. Konsistensi menjadi salah satu kunci utama agar usaha dapat terus berkembang.

Sesi berikutnya diisi oleh Amrullah Angga Syahputra yang membagikan pengalaman dalam membangun Juragan Dimsum Indonesia. Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan bagi seorang calon entrepreneur adalah menentukan produk yang akan dijual.

Amrullah mendorong peserta untuk memulai usaha dari sesuatu yang dekat dengan minat, hobi, maupun kebutuhan di lingkungan sekitar. Usaha juga tidak harus langsung dimulai dalam skala besar. Produk dapat diuji dalam jumlah kecil kepada teman, keluarga, tetangga, maupun lingkungan terdekat sebelum dikembangkan lebih luas.

Dalam pengalamannya, kegagalan merupakan bagian dari perjalanan membangun usaha. Karena itu, entrepreneur perlu memiliki keberanian untuk mencoba, melakukan evaluasi, dan memperbaiki strategi bisnis secara berkelanjutan.

Selanjutnya, Dany Perdana Sitompul menyampaikan materi mengenai Creative Economy dan Digital-Based Business. Ia mengajak mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, memperbanyak literasi, serta memanfaatkan perkembangan teknologi dalam membangun dan mengembangkan bisnis.

Dany juga menekankan pentingnya meningkatkan literasi Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta mendukung berbagai aktivitas kewirausahaan.

Selain pemanfaatan teknologi, kemampuan komunikasi dan membangun networking juga menjadi hal penting dalam membentuk pola pikir kewirausahaan.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Farouq Moehammad, Owner Baraka Coffee, yang membahas pengalaman dalam membangun bisnis dan pentingnya business networking. Melalui pengalaman praktisnya, peserta mendapatkan wawasan mengenai bagaimana jejaring dan pemanfaatan digital dapat mendukung pengembangan usaha.

Keempat narasumber memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai dunia kewirausahaan. Mulai dari pentingnya membangun karakter dan mental, keberanian memulai usaha dari skala kecil, kemampuan menghadapi kegagalan, pemanfaatan teknologi dan AI, hingga membangun jaringan yang dapat membuka peluang bisnis.

Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para narasumber, menyampaikan pertanyaan, serta berbagi pengalaman terkait usaha maupun ide bisnis yang sedang dikembangkan.

Moderator Arif Qaedi Hutagalung, S.Si. menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber atas pengalaman dan wawasan yang telah dibagikan kepada peserta. Ia berharap materi yang diberikan dapat menjadi pemicu motivasi bagi mahasiswa dan alumni untuk mulai membangun serta mengembangkan jiwa kewirausahaan.

Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan hingga selesai. Peserta juga diarahkan untuk mengisi absensi serta mengikuti pre-test dan post-test sebagai bagian dari ketentuan penerbitan sertifikat.

Melalui kegiatan Entrepreneurship and Business Skill Development Course ini, USU terus berkomitmen mendorong mahasiswa dan alumni untuk memiliki karakter kewirausahaan, berani memulai usaha, mampu memanfaatkan teknologi, mengembangkan kreativitas, serta membangun jejaring sebagai bagian dari persiapan menghadapi dunia kerja dan menciptakan peluang di masa depan.